bahaya syaraf kejepit

Bahaya Syaraf Kejepit Sangat Beragam, Kenali Untuk Dihindari

JAKARTA — Syaraf sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Maka ketika terjadi syaraf kejepit atau yang disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP) masalahnya kadang bukan sekadar rasa nyeri yang mengganggu. Tapi juga beberapa risiko bahaya syaraf kejepit lain yang harus dihindari.

Bagaimana Syaraf Kejepit Terjadi?

Di sepanjang tulang belakang, ada ruas-ruas tulang yang dibatasi dengan disk atau cakram sebagai bantalan tulang. Bantalan ini terdiri dua lapisan, lapisan dalam seperti jeli yang disebut nucleus pulposus dan bagian luar berbentuk serat yang disebut annulus fibrosis.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 08111443599

 

Pemaparan bahaya syaraf kejepit oleh dr Mahdian Nur SpBS

Pemaparan bahaya syaraf kejepit oleh dr Mahdian Nur SpBS

Disk atau bantalan sendi ini mencegah benturan antara ruas tulang belakang saat manusia bergerak. “Nah, HNP adalah terjadi ketika lapisan terluar bocor dan bergeser ke luas posisinya. Penyebabnya bisa dari efek penuaan atau cedera,” ujar dr Mahdian Nur Nasution SpBS.

Beliau merupakan dokter spesialis bedah saraf, lulusan fakultas kedokteran Universitas Indonesia, yang saat ini mendalami masalah saraf kejepit. Dan praktek di RS Meilia Cibubur, RSU Bunda Jakarta dan Klinik Lamina Mampang.

Akibatnya tak ada cukup bantalan di antara ruas tulang. Ini saja sudah cukup menyakitkan dan menimbulkan peradangan. Belum lagi jika ada syaraf yang terjepit di antaranya.

HNP biasanya terjadi di lumbar atau pinggang belakang, terutama di ruas tulang L4 L5 dan L3 L5. Ini adalah area paling bawah dan bisa jadi paling tidak fleksibel dibanding area lain.

Gejala tersering yang muncul pada penderita saraf kejepit adalah nyeri atau rasa tidak nyaman di area bantalan yang menjepit saraf. Pada beberapa orang, seringkali menganggapnya ketidaknyamanan atau nyeri punggung biasa. Bahkan tidak menyadari kalau dirinya mengalami saraf kejepit.

Bahaya Gejala Syaraf Kejepit

Saat kondisi ini tidak segera diatasi, HNP dapat menyebabkan bermacam komplikasi medis atau kondisi penyerta. Dengan kondisi yang paling parah berupa kerusakan syaraf permanen. Ini diakibatkan bantalan yang menonjol terus menekan atau menjepit saraf hingga akhirnya menghentikan impuls saraf di beberapa area tubuh.

Pemaparan bahaya syaraf kejepit oleh dr Victorio SpBS

Pemaparan bahaya syaraf kejepit oleh dr Victorio SpBS

Menurut dr Victorio, SpBS pakar nyeri dari Lamina Pain and Spine Center, HNP dimulai dengan keluhan subektif seperti nyeri, kesemutan, kebas, hingga gangguan motorik berupa: kelumpuhan (sebagian atau total), serta gangguan saraf otonom, seperti contoh tidak dapat menahan kencing atau buang air besar. Bahkan parahnya lagi tidak bisa ereksi (pada pria).

Komplikasi saraf kejepit jangka panjang atau HNP adalah berupa saddle anesthesia. Bahaya syaraf kejepit ini menyebabkan seseorang kehilangan sensasi di beberapa area tubuh yang di persarafi, seperti di pinggang belakang, rektum, paha bagian dalam, dan kaki bagian belakang (betis).

Bahaya yang Muncul pada Syaraf Kejepit

1. Sulit buang air
Syaraf-syaraf yang penting dan bertanggung jawab untuk berfungsinya dengan baik saluran ekskresi atau pembuangan pada manusia yang terhubung dengan tulang belakang dalam sekumpulan akar syaraf yang disebutcauda equina.

bahaya syaraf kejepit

Ilustrasi : Gangguan tulang belakang bahaya syaraf kejepit

Syaraf-syaraf ini terletak di ujung bawah saraf tulang belakang di tulang belakang. Syaraf ini bisa rusak saat terjadi HNP di lumbal di tulang belakang. Disk atau bantalan antar ruas tulang belakang yang rusak membuat syaraf di sekitarnya terjepit. Inilah salah satu bahaya saraf kejepit yang dikhawatirkan.

Ketika kumpulan syaraf cauda equina ini yang terkena maka akan ada risiko-risiko yang dirasakan pasien. Seperti kesulitan buang air kecil atau malah kesulitan menahan buang air.

University of Maryland Medical Center mengingatkan bahwa sindroma cauda equina bisa menyebabkan kerusakan yang permanen di syaraf perut bawah dan kandung kemih yang mengakibatkan masalah buang air kecil yang bisa jadi sulit diperbaiki.

2. Gangguan Sensori
Syaraf sensori yang menangkap berbagai perasaan di tubuh bagian bawah termasuk juga bagian dari cauda equina. Kerusakan di syaraf ini bisa menyebabkan rasa sakit atau kelihangan rasa di salah satu atau kedua kaki. Lokasi tepatnya di mana rasa nyeri terasa sangat bervariasi tergantung pada disk lumbar mana yang mengalami herniasi.

MayoClinic mengingatkan sindroma cauda equina juga berhubungan dengan hilangnya kemampuan sensori secara progresif di paha bagian dalam, paha belakang dan rektum. Kondisi ini disebut saddle anasthesia.

3. Otot Melemah

Kelemahan otot adalah komplikasi saraf kejepit yang terjadi ketika tekanan akibat HNP mempengaruhi syaraf gerak dari cauda equina, impuls syaraf ke otot di paha, betis dan kaki bisa terhambat. Hasil akhirnya adalah otot kaki yang melemah.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 08111443599

 

Saat otot kaki melemah, penderita HNP bisa jadi tak bisa mengangkat kaki dengan benar saat berjalan. Pengidap mungkin jadi mengangkat kaki terlalu tinggi saat berjalan karena ingin mencegah gerakan menyeret kaki saat berjalan.

Jika tidak ditangani, tekanan pada syaraf di cauda equina bisa menyebabkan kelumpuhan, demikian penjelasan dari MayoClinic.

Untuk pemeriksaan dokter mungkin akan menggunakan X-ray, CT scan, MRI scan, atau discogram. Kombinasi pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan penyebab nyeri, rasa lemah, tak nyaman yang dirasakan penderita dan bahaya saraf kejepit lainnya.

Bahaya Lain Syaraf Kejepit di Kepala

Selain beberapa kondisi diatas, bahaya lain dari syaraf kejepit yang dapat muncul pada penderitanya dapat meliputi beberapa kondisi, diantaranya;

  1. Rasa sakit di area tubuh yang mengalami syaraf terjepit, seperti pada bagian leher atau pinggang bawah
  2. Nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain seperti pada nyeri karena sciatica, atau juga dikenal sebagai nyeri radikuler
  3. Kebas hingga kesemutan
  4. Rasa nyeri yang teramat sangat dengan sensasi nyeri seperti terbakar
  5. Syaraf kejepit di kepala juga dapat menyebabkan kondisi yang dikenal dengan istilah trigeminal neuralgia. Syaraf di kepala yang kejepit ini selanjutnya harus di bebaskan sehingga rasa sakit pada wajah seorang penderita trigeminal neuralgia bisa diatasi dengan baik.

Terkadang rasa nyeri akan bertambah berat ketika Anda melakukan gerakan memutar kepala atau pinggang atau menariknya.

Apa Saja Penanganan untuk Bahaya Syaraf Kejepit?

Penanganan HNP adalah beragam, mulai dari yang konservatif hingga pembedahan. Penanganan biasanya tergantung pada level bahaya syaraf kejepit, ketidaknyamanan yang dirasakan dan seberapa jauh disk meleset dari tempatnya.

Ada beberapa penderita yang setelah berkonsultasi dengan dokter mendapatkan manfaat dari program latihan fisik seperti peregangan dan penguatan otot punggung dan sekitarnya. Biasanya program ini ada kalanya disertai dengan pemberian obat pereda nyeri. Semua itu bisa dibarengi juga dengan menghindari diri dari kegiatan mengangkat beban berat da posisi yang bisa memicu rasa nyeri lagi.

Meski menghentikan banyak kegiatan fisik saat mengalami nyeri karena syaraf kejepit memang menggoda, tapi disarankan tidak dilakukan. Menghentikan kegiatan fisik akan membuat otot-otot menjadi lemah dan sendi-sendi menjadi kaku.

Sebaliknya usahakan untuk terus aktif bergerak, mulai dari melakukan stretching atau perenggangan hingga kegiatan low-impact seperti berjalan, bersepeda atau berenang.

Jika keluhan nyeri HNP seperti contoh syaraf kejepit L4 L5 tidak memberi respon yang baik pada pengobatan biasa yang bisa dijual bebas, dokter mungkin akan meresepkan obat yang lebih kuat, misalnya :

  • Pereda ketegangan otot, pereda kejang otot.
  • Pereda nyeri dari golongan narkotik.
  • Obat-obatan nyeri syaraf.
  • Dokter mungkin akan menyarankan pembedahan jika keluhan terus berlangsung selama enam minggu atau disk yang meleset mulai mempengaruhi fungsi otot.

Apakah Saraf Kejepit Berbahaya, Dan Apakah Bisa Dicegah?

HNP adalah kondisi kesehatan yang mungkin tak bisa dicegah. Tapi Anda bisa bisa mengambil beberapa langkah untuk mengurangi risiko mengalami syaraf kejepit dengan beberapa cara ini :

  1. Gunakan teknik yang aman mengangkat saat mengangkat benda berat di lantai. Yaitu dengan menekut lutut, bukan membungkuk dengan menekuk ruas-ruas tulang belakang.
  2. Tetap jaga berat badan ideal.
  3. Jangan duduk terlalu lama, sesekali bangun dan lakukan peregangan.
  4. Lakukan olahraga atau senam syaraf kejepit yang dapat menguatkan otot punggung, kaki dan perut. (berbagai sumber)

Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 08111443599

Baca juga : Tulang Ekor Sakit Karena Jatuh

Terakhir diperbarui: 29 Februari 2020
Ditinjau oleh: dr Mahdian Nur Nasution SpBS
Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Selasa   : 10:00 - 12:00
Rabu     : 10:00 - 12:00