Arthritis Sendi Ini Penyebab dan Patofisiologinya

Arthritis adalah istilah umum yang berarti peradangan pada sendi. Radang sendi ditandai dengan kemerahan, rasa hangat, bengkak, dan nyeri di dalam sendi.

Salah satu jenis peradangan pada sendi kronis yang biasanya terjadi pada kedua sisi tubuh seperti tangan, pergelangan tangan dan lutut adalah Rheumatoid arthritis (RA). Kesimetrian ini selanjutnya membantu dokter membedakan rheumatoid arthritis dari jenis arthritis yang lain. Selain mempengaruhi sendi RA sesekali dapat mempengaruhi kulit, mata, paru-paru, jantung, darah, bahkan saraf.

Gejala Rheumatoid Arthritis

Setidaknya terdapat beberapa gejala dari rheumatoid arthritis yang meliputi: nyeri pada sendi dan disertai pembengkakan, kekakuan terutama pada pagi hari atau setelah duduk untuk waktu yang lama dan kelelahan.

Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999

Rheumatoid arthritis berbeda-beda pengaruhnya pada masing-masing orang. Pada beberapa orang, gejala sendi berkembang secara bertahap selama beberapa tahun. Sedangkan pada beberapa yang lain, rheumatoid arthritis dapat berkembang dengan cepat.

Dikatakan oleh Prof. Dr. Darto Satoto SpAn(K), rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang mempengaruhi sekitar 1% populasi di Amerika Serikat. Penyakit ini dua sampai tiga kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.

Namun pada pria yang terkena penyakit ini, cenderung lebih parah. Rheumatoid arthritis biasanya terjadi pada usia pertengahan, dan mereka usia lanjut.

Sampai saat ini penyebab dari rheumatoid arthritis, belum diketahui secara pasti, tetapi diduga penyakit ini disebabkan oleh kombinasi dari faktor genetik, lingkungan, dan hormonal. Pada rheumatoid arthritis, ada suatu hal yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sendi dan kadang-kadang organ lainnya. Beberapa teori menyarankan bahwa ada virus atau bakteri yang mungkin mengubah sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan sistem kekebalan tersebut menyerang sendi.

Patofisiologi Rheumatoid Arthritis

Setelah sistem kekebalan tubuh dipicu, sel-sel kekebalan bermigrasi dari darah ke dalam sendi dan sendi-lapisan jaringan, disebut sinovium. Di tempat tersebut, sel-sel kekebalan tubuh menghasilkan zat inflamasi yang menyebabkan iritasi, mengikis tulang rawan (bahan bantalan pada bagian akhir tulang), serta pembengkakan dan peradangan pada lapisan sendi. Seiring tulang rawan terkikis, ruang antara tulang-tulang menyempit. “Jika kondisi tersebut memburuk, maka tulang bisa bergesekan satu dengan yang lain. Hal tersebut menyebabkan sendi menjadi bengkak, sakit dan terasa hangat saat disentuh,” jelasnya.

Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Tanya Jawab Via Telpon